-->

Listening Nhongo

Tài Liệu Tham Khảo Tiếng Nhật

Tiếng Nhật Cho Mọi Người & Miễn Phí

ラベル Anh - Nhật の投稿を表示しています。 すべての投稿を表示
ラベル Anh - Nhật の投稿を表示しています。 すべての投稿を表示

2016年9月27日火曜日

Japanese Conditional Form: ~tara (~たら)

Hello, learners I'm riizhu^^ happy to meet you again here, Today's lesson is similar to yesterday's lesson, yeah, we will still learn about conditional verb in Japanese, the lesson today is about ~tara (~たら) conditional form, well, let's begin the lesson.

2016年9月26日月曜日

Japanese Particle Lesson: toka Particle Vague Listing Particle (とか)

As I said yesterday, in this post we are going to discuss about とか toka particle. This とか particle is very similar even I think same with particle we learned before. とか also has the same meaning as  but is a slightly more colloquial expression whereas more often used in formal situation.

Grammar ~te choudai (~てちょうだい)

Yow, riizhu desu, let's learn Japanese language together^^, konkai no jugyou wa ~te choudai (~てちょうだい) desu, hmm, there's no new grammar rule here, It's just feminine version of ~te kudasai (~てください), so the meaning and the use just like ~te kudasai grammar we learned before.

2016年9月20日火曜日

Let's Learn Japanese Picture Dictionary

Let's Learn Japanese Picture Dictionary
Let's Learn
Japanese Picture Dictionary
Let's Learn Japanese picture dictionary là cuốn từ điển do nhà xuất bản McGraw-Hill ấn hành với khoảng 1500 từ tiếng Nhật thông dụng qua 32 chủ đề. Giới thiệu các từ vựng bằng hình ảnh, phiên âm, có giải nghĩa bằng tiếng Anh sẽ giúp người học tiếng Nhật dễ dàng ghi nhớ và phân biệt từ vựng. Với cuốn sách này, các bạn sẽ học từ vựng tiếng Nhật hết sức dễ dàng thông qua các hình ảnh sinh động.

 XEM ONLINE :
----------------------------------
LINK DOWNLOAD :
1. Mediafire : Click here
2. 4Shared : Click here
Password Unlock : studyjapanese.net
3. Fshare : Click here

2016年9月14日水曜日

Japanese Grammar for Obligation ~nakute wa ikenai/naranai/dame (~なくてはいけない/ならない/だめ)

Japanese Grammar for Obligation ~nakute wa ikenai/naranai/dame (~なくてはいけない/ならない/だめ)

Hello, we meet again, with me riizhu^^, let's learn Japanese language online, we learned prohibition grammar in Japanese yesterday, and today we are going to learn a grammar for obligation in Japanese language. Maybe some of learners think to make an obligation just change the negative to positive, isn't it? but, in Japanese we will involve double negatives which create an affirmative meaning. Let's learn.

Grammar ~nakute wa ikenai/naranai/dame (~なくてはいけな/いならない/だめ)

JLPT Level: N4
Meaning: Must/have to
Formula: Negative te form + wa + ikenai/naranai/dame
Must learn before: negative te form conjugation
Note: dame=casual, ikenai/ikemasen=formal, naranai/narimasen=used in prohibition that apply to more than one person like rules or policies
Sentence example:
この文法を勉強しなくてはいけない
kono bunpou o benkyou shinakute wa ikenai
You must learn this grammar
毎日学校に行かなくてはなりません
mainichi gakkou ni ikanakute wa narimasen
You have to go to school everyday
お金が持ちたければ働かなくてはだめだよ
okane ga mochitakereba hatarakanakute wa dame da yo
If you want to have money you must work
図書館は静かじゃなくてはならない
toshokan wa shizuka janakute wa naranai
The library must be quiet

Yeah, the lesson today is finished^^, I hope you can understand my brief explanation, I think you will understand the grammar well, and then you forget the lesson or not It depends on how often you practice the lesson, practice makes perfect.

Japanese Grammar ~nakucha, ~nakya (~なくちゃ、~なきゃ)

This is the abbreviated versions of grammar for obligation ~nakute wa dame/ikenai/naranai and~nakereba naranai. These abbreviations only used in colloquial language.

2016年9月13日火曜日

Japanese Grammar ~cha and ~nakucha (~ちゃ/~ちゃなくちゃ)

Japanese Grammar ~cha and ~nakucha (~ちゃ/~ちゃなくちゃ)

Doumo, what's up^^ guys, with me riizhu let's learn Japanese language online here^^, the lesson today is still about prohibition and obligation, today I am going to share abbreviated versions of prohibition grammar. As usual, let's to the point, begin:

Grammar ~cha dame/ikenai/naranai (~てはだめ/いけない/ならない)

JLPT Level: -
Meaning: Must not (prohibition)
Formula: ~cha/~jaa + dame/ikenai/naranai
Explanation: Change the ending of te form + wa become cha (ちゃ) and jaa (じゃ) if the ending is de like yonde, asonde etc.
Example: tabete wa becomes tabecha, nonde wa becomes nonja. And unlike in obligation, in this grammar you cannot omit ikenai/naranai/dame.
Sentence Example:
逃げちゃだめ
nigecha dame
You can't (must not) escape
男として、泣いちゃいけない
otoko toshite, naicha ikenai
As a man, you must not cry
眠い時に運転しちゃならない
nemui toki ni unten shicha naranai

Don't (must not) drive when sleepy/tired

2015年7月3日金曜日

Jidoushi dan Tadoushi


Tadoushi adalah kata kerja transitif, yaitu kata kerja yang memerlukan objek penderita. Karena memerlukan objek maka partikel yang harus digunakan yaitu o (), karena partikel o adalah partikel penanda objek. Tadoushi ini biasanya berpola (subjek) wa/ga (objek) o (kata kerja transitif-tadoushi).

Subjek + / +  Objek + + Kt.Transitif

Jidoushi adalah kata kerja intransitif, yaitu kata kerja yang tidak memerlukan objek atau kata kerja yang tidak berobjek. Karena tidak berobjek maka Jidoushi biasanya memakai partikel ga (). Jidoushi ini biasanya berpola (subyek) ga (kata kerja intransitif-jidoushi).

Subjek + + Kt.Intransitif

Contoh:

miru = melihat => kata kerja transitif
mieru = terlihat => kata kerja intransitif

見る
watashi wa yama o miru
saya melihat gunung

見える
yama ga mieru
gunung terlihat

Perhatikan kata kerja intransitif itu kata kerja yang tak berobjek jadi ga () bisa digunakan bersama dengan partikel o(). Contoh:

見える (X)
watashi wa yama o mieru (X)

Tetapi, kata kerja transitif bisa menduduki posisi dimana saja,bahkan dia bisa berperan seperti kata kerja intransitif tidak perlu berpatokan kepada partikel o (). Contoh:

見る
watashi gamiru
saya melihat

見えろ
watashi gamieru
saya terlihat

Kalimat diatas jika diubah kedalam kalimat bentuk sedang atau bentuk ~te + iru akan menjadi seperti berikut:

ています
yama o mite imasu
Sedang melihat gunung

えています
yama ga miete imasu
gunung sedang (dalam keadaan) terlihat

Sebenarnya ada beberapa karakteristik pembeda antara kata kerja intransitif (jidoushi) dengan kata kerja transitif (tadoushi).

karakteristik tersebut antara lain:

1. kata kerja jidoushi (intransitif) berunsur ~aru berpasangan dengan kata kerja tadoushi (transitif) berunsur ~eru pada kata nya

contoh:

agaru (intran) => naik
ageru (tran) => menaikkan

atatamaru (intran) =>menjadi khangat
atatameru (tran) => memanaskan/ menghangatkan

ataru (intran) => tepat/kena
ateru (tran) => mengenai

tsukamaru (intran) => tertangkap
tsukamaeru (tran) => menangkap

tsutawaru (intran) => tersampaikan
tsutaeru (tran) => menyampaikan

owaru (intran) => selesai
oeru (tran) => menyelesaikan

kimaru (intran) => ditentukan/diputuskan
kimeru (tran) => memutuskan/menentukan

shimaru (intran) =>tertutup
shimeru (tran) => menutup

dan lain-lain.

2. kata kerja jidoushi (intransitif) berunsur ~aru berpasangan dengan kata kerja tadoushi (transitif) berunsur ~u pada kata nya

contoh:

sasaru (intran)=> tertusuk/ tertancap
sasu (tran) => menusuk/menancap

hasamaru (intran) => terjepit
hasamu (tran) => menjepit

dan lain-lain.

3. kata kerja jidoushi (intransitif) berunsur ~reru  berpasangan dengan kata kerja tadoushi (transitif) berunsur ~su pada kata nya

contoh:

kakureru (intran) = tersembunyi / bersembunyi
kakusu (tran) = menyembunyikan

kuzureru (intran) = runtuh
kuzusu (tran) = meruntuhkan

koboreru (intran) = tumpah
kobosu (tran) = menumpahkan

taoreru (intran) = jatuh
taosu (tran) = menjatuhkan

hazureru (intran) = lepas/meleset
hazusu (tran) = melepaskan/ mencopot

yogoreru (intran) = kotor
yogosu (tran) = mengotori

dan lain-lain.

4. kata kerja jidoushi (intransitif) berunsur ~reru  berpasangan dengan kata kerja tadoushi (transitif) berunsur ~ru pada kata nya

contoh:

ureru (intran) = terjual
uru (tran) = menjual

oreru (intran) = patah
oru (tran) = mematahkan

kireru (intran) = terpotong
kiru (tran) = memotong

wareru (intran) = terbelah/retak
waru (tran) = membelah

dan lain-lain.

5. kata kerja jidoushi (intransitif) berunsur ~arareru berpasangan dengan kata kerja tadoushi (transitif) berunsur ~u pada kata nya

umareru (intran) = lahir
umu (tran) = melahirkan

6. kata kerja jidoushi (intransitif) berunsur ~ru berpasangan dengan kata kerja tadoushi (transitif) berunsur ~su pada kata nya

contoh:

utsuru (intran) = berpindah/pindah
utsusu (tran) = memindahkan

kaeru (intran) = kembali/pulang
kaesu (tran) = memulangkan/ mengembalikan

korogaru (intran) = terguling
korogasu (tran) = menggulingkan

deru (intran) = keluar
dasu (tran) = mengeluarkan

naoru (intran) = sembuh / betul
naosu (tran) = menyembuhkan / membetulkan

nokoru (intran) = tersisa
nokosu (tran) = menyisakan

dan lain-lain.

7. kata kerja jidoushi (intransitif) berunsur ~eru  berpasangan dengan kata kerja tadoushi (transitif) berunsur ~asu pada kata nya

nigeru (intran) = kabur
nigasu (tran) = membiarkan kabur

hieru (intran) = mnjadi dingin
hiyasu (tran) = mendinginkan

fueru (intran) = bertambah
fuyasu (tran) = menambah

okureru (intran) = terlambat
okurasu (tran) = melambatkan/menunda nunda

moeru (intran) = terbakar
moyasu (tran) = membakar

dan lain-lain.

Pengecualian:

kieru (intran) = hilang/padam
kesu (trans) = memadamkan/menghilangkan/menghapus


8. kata kerja jidoushi (intransitif) berunsur ~u  berpasangan dengan kata kerja tadoushi (transitif) berunsur ~asu pada kata nya

ugoku (intran) = bergerak
ugokasu (tran) = menggerakan

naku (intran) = menangis
nakasu (trans) = menangiskan/membuat jadi nangis

tobu (intran) = terbang
tobasu (tran) = menerbangkan

dan lain-lain.

9. kata kerja jidoushi (intransitif) berunsur ~iru  berpasangan dengan kata kerja tadoushi (transitif) berunsur ~osu pada kata nya

okiru (intran) = bangun
okosu (tran) = membangunkan

ochiru (intran) = jatuh
otosu (tran) = menjatuhkan

oriru (intran) = turun
orosu (tran) = menurunkan

horobiru (intran) = musnah
horobosu (tran) = membinasakan/memusnahkan

dan lain-lain.

10. kata kerja jidoushi (intransitif) berunsur ~u berpasangan dengan kata kerja tadoushi (transitif) berunsur ~eru pada kata nya

aku (intran) = terbuka
akeru (tran) = membuka

katazuku (intran) = teratur/sudah teratur
katazukeru (tran) = mengatur/membereskan

sodatsu (intran) = tumbuh
sodateru (tran) = menumbuhkan/mendidik

tsuzuku (intran) = berlanjut/bersambung
tsuzukeru (tran) = melanjutkan

susumu (intran) = maju/berkembang
susumeru (tran) = memajukan/mengembangkan

tatsu (intran) = berdiri
tateru (tran) = mendirikan

todoku (intran) = tersampaikan
todokeru (tran) = menyampaikan

dan lain-lain.

11. kata kerja jidoushi (intransitif) berunsur ~eru berpasangan dengan kata kerja tadoushi (transitif) berunsur ~u pada kata nya

kikoeru (intran) = terdengar
kiku (tran) = mendengarkan

kudakeru (intran) = remuk/pecah
kudaku (tran) = meremukan/memecahkan

yakeru (intran) = terpanggang
yaku (tran) = memanggang

mieru (intran) = terlihat
miru (tran) = melihat

tokeru (intran) = lebur/mencair
toku (tran) = meleburkan / mencairkan

2013年5月16日木曜日

Aru dan Iru

Dalam bahasa jepang untuk menyatakan keberadaaan sesuatu benda biasanya digunakan terdapat kata kerja aru dan iru yang kedua-duanya berarti “ada”. Kata kerja aru termasuk kata kera kelompok I, sedangkan iru termasuk kata kerja kelompok II. Kedua kata kerja ini untuk menyatakan adanya sesuatu benda pada suatu tempat. Aru digunakan untuk menyatakan adanya benda mati benda tidak bernyawa, sedangkan iru digunakan untuk benda hidup atau bernyawa. Perubahan bentuk dari kedua kata kerja tersebut antara lain sebagai berikut.


ある         あります             ありません           ありました           ありませんでした
Aru         arimasu              arimasen              arimashita           arimasen deshita

いる        います                 いません            いました             いませんでした
Iru          imasu                  imasen                imashita             imasen deshita


Pola kalimat dari kedua kata kerja tersebut antara lain sebagai berikut :

1.          

......があります/います
...ni...ga arimasu/imasu = di...ada...

Untuk menyatakan adanya suatu benda baik benda mati maupun benda bernyawa di suatu tempat, pada kata yang menunjukan tempat harus diikuti oleh kata bantu ni yang artinya “di”, kemudian diikuti dengan “kata benda + ga arimasu/imasu”.

Contoh :

教室に机があります
Kyoushitsu ni tsukue ga arimasu
(Di kelas ada meja)

ジャカルタに空港があります
Jakarta ni kuukou ga arimasu
(Di Jakarta ada bandara)

庭に子供がいます
Niwa ni kodomo ga imasu
(Di halaman ada anak-anak)

2.     

にとがありますいます
...ni...to...ga arimasu/imasu = di...ada...dan...

Jika adanya benda yang dimaksud lebih dari satu jenis dapat digunakan kata bantu to yang artinya “dan”. Misalnya untuk A dan B dinyatakan dengan A to B dan diikuti oleh ga arimasu/imasu. Jadi kalau ada tiga jenis benda maka kata bantu to diperlukannya dua buah, dan seterusnya.

Contoh :

教室に机と椅子があります
Kyoushitsu ni tsukue to isu ga arimasu
(Di kelas ada meja dan kursi)

庭に犬と猫がいます
Niwa ni inu to neko ga imasu
(Di halaman ada anjing dan kucing)

3.     

............などがあります/います
...ni...ya...ya...nado ga arimasu/imasu = di...ada...,...,...dan lain-lain

Kemudian jika benda yang ada tersebut bermacam-macam dan kita hanya menyebutkan sebagian sebagai sampelnya saja, maka digunakan kata bantu ya sebagai penghubungnya lalu diikuti nado ga arimasu/imasu. Jadi “... ya ... ya ... nado ga arimasu/imasu” bisa diterjemahkan menjadi “ada ..., ..., ... dan lain-lain”. Kata bantu to pada pola kalimat (2) diatas tidak bisa disertai kata nado.

Contoh :

部屋に机や椅子やベッドなどがあります
Heya ni tsukue ya isu ya beddo nado ga arimasu
(Di kamar ada meja, kursi, kasur dan lain-lain)

動物園にとらや象やきりんなどがいます
Doubutsuen ni tora yaa zou ya kirin nado ga imasu
(Di kebun binatang ada harimau, gajah, jerapah dan lain-lain)

4.     

A             : ......があります/いますか
                 ...ni...ga arimasu/imasu ka = apakah di...ada...?
B             :はい、......があります/います
                 Hai,...ni...ga arimasu/imasu = di...ada...
C             :いいえ、...には...がありません/いません
                 Iie,...ni wa...ga arimasen/imasen = tidak, di...tidak ada...

Ini merupakan kalimat tanya yang digunakan untuk memastikan apakah ditempat yang ditunjuk ada benda yang dimaksud atau tidak. Sehingga jawabannya juga ada dua alternatif yaitu antara ya dan tidak. Jika jawabannya ya maka yang digunakan pola “hai,...ni...ga arimasu/imasu”, sedangkan jika jawabannya tidak maka yang digunakan pola kalimat “iie,...ni wa...ga arimasen/imasen”. Untuk jawaban menyangkal ada penambahan kata bantu wa setelah tempat, yaitu yang asalnya “(tempat) + ni” menjadi “(tempat) + ni + wa”. Maksudnya pembicara menegaskan bahwa di tempat tersebut tidak ada benda yang dimaksud, dan didalamnya tersirat makna mungkin ditempat lain ada.

Contoh :

A      :あの部屋にテレビがありますか?
          Ano heya ni terebi ga arimasu ka
          (apakah di kamar itu ada tv ?)
B       :はい、あの部屋にテレビがあります
          Hai, ano heya ni terebi ga arimasu
          (ya, di kamar itu ada tv)
C       :いいえ、あの部屋にはテレビがありません
          Iie, ano heya ni wa terebi ga arimasen
          (tidak, di kamar itu tidak ada tv)

A      :教室に田中さんがいますか?
          Kyoushitsu ni Tanaka san ga imasu ka
          (apakah di kelas ada Pak Tanaka ?)
B       :はい、教室に田中さんがいます
          Hai, kyoushitsu ni Tanaka san ga imasu
          (ya, di kelas ada Pak Tanaka)
C       :いいえ、教室には田中さんがいませn
          Iie,kyoushitsu ni wa Tanaka san ga imasen
          (tidak, di kelas tidak ada Pak Tanaka)

5.     

A      : ...に何がありますか
          ... ni nani ga arimasu ka = di ... ada apa ?
B       : ...に何がいますか
          ... ni nani ga imasu ka = di ... ada apa ?
C       : ...に誰/どなたがいますか
          ... ni dare/donata ga imasu ka = di ... ada siapa ?

Ini merupakan pola kalimat tanya yang digunakan untuk menanyakan “ada apa?” baik benda mati maupun benda hidup. Kata tanya nani yang artinya apa, digunakan untuk menanyakan benda mati atau binatang. Sedangkan untuk menanyakan adanya seseorang digunakan kata dare atau donata yang artinya siapa. Kata donata lebih halus/sopan dibandingkan dengan kata dare.

Contoh :

A      : 台所に何がありますか?
          Daidokoro ni nani ga arimasu ka ?
          (di dapur ada apa ?)
B       : 台所にれいぞおこがあります
          Daidokoro ni reizooko ga arimasu
          (di dapur ada kulkas)
A      : 台所に何がいますか?
           Daidokoro ni nani ga imasu ka ?
           (di dapur ada apa ?)
B       : 台所にごきぶりがいます
           Daidokoro ni gokiburi ga imasu
           (di dapur ada kecoa)
A      : 台所に誰がいますか?
           Daidokoro ni dare ga imasu ka ?
           (di dapur ada siapa ?)
B       : 台所に母がいます
           Daidokoro ni haha ga imasu
           (di dapur ada ibu)

6.

A      : ...に何かありますか?
          ... ni nani ka arimasu ka = di adakah sesuatu ?
          はい、あります
          Hai, arimasu = ya, ada
         いいえ、何もありません
          Iie, nani mo arimasen = tidak, tidak ada apapun
B       : ...に何かいますか?
          ... ni nani ka imasu ka = di adakah sesuatu ?
          はい、います
          Hai, imasu = ya, ada
         いいえ、何もいません
          Iie, nani mo arimasen = tidak, tidak ada apapun
C       : ...に誰かいますか?
          ... ni dare ka imasu ka = di adakah sesuatu ?
          はい、います
          Hai, imasu = ya, ada
         いいえ、誰もありません
          Iie, dare mo arimasen = tidak, tidak ada apapun

Kata tanya nani atau dare jika diikuti kata bantu ka atau kata bantu ga kemudian diikuti dengan arimasu/imasu ka artinya akan berbeda. Jika kata tanya tersebut diikuti oleh kata bantu ga dan arimasu/imasu ka untuk menanyakan ada apa/siapa, tentunya jawabannya langsung dengan menyebutkan nama benda atau nama orang yang ada. Tetapi jika kata tanya tersebut diikuti oleh kata bantu ka lalu diikuti dengan arimasu/imasu ka, ini digunakan hanya untuk menanyakan ada tidaknya sesuatu benda di tempat tersebut. Jadi jawabannya cukup dengan ya atau tidak saja. Sehingga jawabannya cukup dengan hai,arimasu/imasu atau iie,nani mo arimasen/imasen atau iie,dare mo imasen.

Contoh :

A      : あの部屋に何かありますか?
          Ano heya ni nani ka arimasu ka ?
          (di kamar itu adakah sesuatu benda ?)
B       : はい、あります
          Hai, arimasu
          (ya, ada)
C       : いいえ、何もありません
          iie, nani mo arimasen
          (tidak, tidak ada apapun)

A      : 庭に何かいますか?
          niwa ni nani ka imasu ka ?
          (di halaman adakah sesuatu binatang ?)
B       : はい、います
          Hai, imasu
          (ya, ada)
C       : いいえ、何もいません
          iie, nani mo imasen
          (tidak, tidak ada binatang apapun)

A      : この教室に誰かいますか?
          Kono kyoushitsu ni dare ka imasu ka ?
          (di kelas itu adakah seseorang ?)
B       : はい、います
          Hai, imasu
          (ya, ada)
A      : 誰がいますか?
          Dare ga imasu ka ?
          (ada siapa ?)
B       : アリさんがいます
          Ari san ga imasu
          (ada pak ali)
A      : あの教室に誰かいますか?
          Ano kyoushitsu ni dare ka imasu ka ?
          (di kelas itu adakah seseorang ?)
B       : いいえ、誰もいません
          Iie, dare mo imasen
          (Tidak, tidak ada siapa pun)

7.

.........あります/います
... ni ... ga ...(bil)... arimasu/imasu = di ... ada ...(sebanyak)...

Jika kita ingin menyatakan benda yang ada tersebut dengan jumlahnya, maka bisa digunakan pola kalimat diatas. Jumlah benda yang ada biasanya diletakan setelah kata bantu ga sebelum kata arimasu/imasu. Kata bantu bilangan dalam bahasa jepang bermacam-macam.

Contoh :

ここに本が二冊あります
Koko ni hon ga ni-satsu arimasu
(disini ada buku sebanyak 2 jilid)

あそこに子供が三人います
Asoko ni kodomo ga san-nin imasu
(di sana ada anak-anak 3 orang)

8.

......にあります/います
... wa ... ni arimasu/imasu = ... ada di ...

Pada pola kalimat ini kata bendanya yang diletakan di awal kalimat. Disini ada perubahan kata bantu yaitu ga yang semula diletakkan setelah kata benda diganti dengan kata bantu wa. Dan fungsi kata bantu wa dalam pola kalimat ini untuk menyatakan subjek/pokok kalimat.

Contoh :

ジャカルタにタマンミニがあります
Jakaruta ni taman mini ga arimasu
(di jakarta ada taman mini)

タマンミニはジャルタにあります
Taman mini wa jakaruta ni arimasu
(taman mini ada di jakarta)

あの部屋にアニさんとニダさんがいます
Ano heya ni ani san to nida san ga imasu
(di ruangan itu ada Ani dan Nida)

アニさんとニダさんはあの部屋にいます
Ani san to Nida san wa ano heya ni imasu
(Ani dan Nida ada di ruangan itu)

教室の中に椅子や机や黒板などがあります
Kyoushitsu no naka ni isu ya tsukue ya kokuban nado ga arimasu
(di dalam kelas ada kursi, meja, papan tulis, dan lain-lain)

椅子や机や黒板などは教室の中にあります
Isu ya tsukue ya kokuban nado wa kyoushitsu no naka ni arimasu
(kursi, meja, papan tulis, dan lain-lain ada di dalam kelas)

A      : ニダさんはどこにいますか?
          Nida san wa doko ni imasu ka ?
          (Nida ada dimana ?)
B       : ニダさんは教室にいます
          Nida san wa kyoushitsu ni imasu
          (Nida ada di dalam kelas)

A      :アリさんどこかにいますか?
          Ali san wa doko ka ni imasu ka ?
          (apakah pak Ali ada di suatu tempat ?)
B       : いいえ、アリさんはどこにもいません
          Iie, Ali san wa doko ni mo imasen
          (Tidak, pak Ali tidak ada dimanapun)

9.

...はどこかにあります/いますか?
... wa doko ka ni arimasu/imasu ka = apakah ... ada di suatu tempat ?
はい、ありますいます
Hai, arimasu/imasu = iya, ada
いいえ、どこにもありませんいません
Iie, doko ni mo arimasen/imasen = tidak, dimana pun tidak ada

Pada pola kalimat ini menekankan tempatnya bukan pada ada tidaknya benda tersebut. Maksudnya jika seseorang sedang mencari sesuatu benda, tetapi ia tidak tahu dimana letak atau tempat benda tersebut.

Contoh :

A      : アリさんはどこかにいますか?
          Ali san wa doko ka ni imasu ka ?
          (pak Ali adakah di suatu tempat ?)
B       : はい、います
          Hai, imasu
          (ya, ada)
C       : いいえ、どこにもいません
          Iie, doko ni mo imasen
          (tidak, dimanapun tidak ada)


Hey, we'Tiếng Nhật Miễn phí Cho Mọi Người You'll like it - Click Here
LISTEN NIHONGO 日本語